Ketua Mahkamah Agung Pimpin Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung Secara Daring

Ketua Mahkamah Agung Pimpin Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung Secara Daring

Jakarta – Humas : Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr .M. Syarifuddin,SH., MH pimpin Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung Dr.Hj.Umi Kulsum,SH.,MH secara daring, acara dilaksanakan pada hari Senin 31 Mei 2021 bertempat di ruang Kusumaatmadja lantai 14 Gedung Mahkamah Agung.

Dalam sambutannya KMA menyampaikan bahwa capaian membanggakan yang telah diraih oleh Ibu Dr. Hj. Umi Kulsum, S.H., M.H patut diapresiasi. Tidak semua Hakim Tinggi memiliki kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai Ketua Pengadilan Tingkat Banding. Tanggungjawab besar ini tentu saja hanya akan dipercayakan kepada Hakim Tinggi yang dipandang kompeten dan berpengalaman, baik di bidang yudisial maupun leadership yang punya kemampuan manejerial yang baik. Terlebih sebagai seorang hakim perempuan, di mana saat ini hanya ada 3 (tiga) orang saja hakim perempuan yang diamanahi sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama di antara 29 (duapuluh sembilan) Pengadilan Tinggi Agama yang ada di seluruh Indonesia, dan Ibu Dr. Hj. Umi Kulsum, S.H., M.H. merupakan salah satu di antaranya. Tentunya, prestasi langka ini hendaknya diteladani oleh para srikandi peradilan lainnya di tanah air.

Mencermati perjalanan karir Ibu Dr. Hj. Umi Kulsum, S.H., M.H., kiranya dapat memberikan motivasi kepada jajaran insan peradilan dalam menemukan arti sebuah pengabdian. Lebih kurang 38 (tigapuluh delapan) tahun lamanya beliau mendedikasikan hidup di lembaga yudikatif ini, baik sebagai pegawai maupun hakim, berpindah tugas dari satu kota ke kota lainnya, beliau akhirnya sukses mengakhiri masa pengabdian tanpa meninggalkan satupun catatan merah atau hitam. Saya yakin, dalam perjalanan panjang karir tersebut, tentu tidak sedikit godaan dan ujian yang harus dihadapi. Namun berkat keikhlasan dan kesungguhan (mujahadah), semua bisa teratasi dengan baik, hingga akhirnya beliau sampai pada garis finish pengabdian dengan selamat. Hal ini mengingatkan kita pada ungkapan seorang tokoh Muhammad Ali Jinnah yang pernah mengatakan: “Dengan iman, disiplin, dan pengabdian tanpa pamrih, tidak ada kesuksesan yang tidak dapat dicapai”. Keikhlasan dan kesungguhan merupakan modal dasar bagi setiap orang untuk mendapatkan pertolongan Tuhan. Hal ini sebagaimana juga diisyaratkan dalam firman Allah SWT: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridhaan Kami, sungguh akan Kami tuntun mereka di jalan Kami”. (Q.S. al-Ankabut, ayat 69).”tutur KMA.

SELENGKAPNYA : SITUS MARI

Artikel Terkait